Rapat Koordinasi TPP Provinsi Jambi
Rapat Koordinasi Bulanan TPP Provinsi Jambi Perkuat Sinergi Pendampingan dan Pembangunan Desa
Dalam upaya meningkatkan efektivitas pendampingan desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Jambi melaksanakan Rapat Koordinasi Bulanan Tahun 2026 yang diikuti oleh TAPM Provinsi, TAPM Kabupaten/Kota, serta Koordinator Kecamatan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, monitoring, dan evaluasi berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Pada sesi awal, peserta mendapatkan penguatan teknis terkait penggunaan DRP V3 (versi terbaru). Materi yang disampaikan bertujuan meningkatkan kualitas dan akurasi pelaporan pendampingan desa. Selain itu, berbagai kendala yang dihadapi pendamping di lapangan dibahas secara terbuka melalui forum diskusi dan tanya jawab sehingga dapat ditemukan solusi dan langkah tindak lanjut yang tepat.
Rapat juga menyoroti progres penyaluran Dana Desa Tahun 2026 yang menjadi salah satu instrumen utama pembangunan desa. Berbagai hambatan yang terjadi di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa diidentifikasi untuk segera ditindaklanjuti agar proses penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa dapat berjalan optimal. Di sisi lain, evaluasi percepatan pemeringkatan BUMDes dan BUMDesma turut menjadi perhatian sebagai upaya memperkuat kelembagaan ekonomi desa agar semakin mandiri dan berdaya saing.
Pembahasan berlanjut pada verifikasi dan validasi data realisasi pemanfaatan Dana Desa Tahun 2025 serta perkembangan realisasi pemanfaatan Dana Desa Tahun 2026. Data yang akurat menjadi dasar penting dalam proses pengambilan kebijakan dan evaluasi pembangunan desa secara berkelanjutan.
Selain aspek pembangunan dan ekonomi desa, rapat juga membahas penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi TPP serta penguatan koordinasi antar pendamping. Monitoring pelaksanaan program eHDW dan pemutakhiran data stunting menjadi agenda penting sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penurunan stunting di desa.
Pada bidang informasi dan publikasi, peserta melakukan evaluasi pengelolaan website, blog desa, dan media sosial TPP. Optimalisasi media informasi desa dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, memperluas akses informasi masyarakat, serta mendokumentasikan berbagai capaian pembangunan desa secara lebih efektif.
Melalui rapat koordinasi ini, berbagai progres dan kendala pelaksanaan program berhasil diidentifikasi. Hasil pembahasan menjadi dasar penyusunan langkah tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pendampingan, ketepatan pelaporan, efektivitas pelaksanaan program, serta publikasi pembangunan desa. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan seluruh unsur pendampingan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Komentar
Posting Komentar